Jejak Sejarah: Menandai Momen Penting dalam Perkembangan Sistem PA Lebih dari Satu Abad Lalu

Jejak Sejarah: Menandai Momen Penting dalam Perkembangan Sistem PA Lebih dari Satu Abad Lalu

0 comments

Kemunculan sistem pengeras suara publik pada awalnya lebih dipicu oleh kebutuhan untuk memperkuat suara manusia agar pesan dapat disampaikan kepada audiens yang lebih besar.

Pada tahun 1915, Perang Dunia Pertama sedang berlangsung di seluruh Eropa. Film The Tramp karya Charlie Chaplin dirilis, Babe Ruth mencetak home run pertamanya, mobil dari Ford yang ke satu juta keluar dari jalur perakitan, rambu berhenti pertama dipasang di Detroit, dan tokoh besar seperti Billie Holiday, Orson Welles, Les Paul, serta Frank Sinatra lahir.

Menjelang akhir tahun tersebut, tepatnya pada 24 Desember, sistem PA Magnavox digunakan untuk memperkuat suara konser lagu Natal di tangga Balai Kota San Francisco yang disaksikan sekitar 100.000 orang. Peristiwa ini menjadi contoh pertama yang tercatat dalam penggunaan sistem PA listrik untuk memperkuat konser musik.

Dalam perspektif geologi, 100 tahun hanyalah sekejap, tetapi dalam sejarah modern, perubahan teknologi dan sosial dapat berkembang sangat cepat dalam kurun waktu tersebut. Pada tahun 1915 hanya sekitar 15 persen populasi dunia yang tinggal di kota, sedangkan saat ini hampir setengah populasi manusia hidup di wilayah perkotaan untuk pertama kalinya dalam sejarah.

Didorong oleh Kebutuhan agar Suara Dapat Didengar

Pengembangan sistem PA sebenarnya bukan didorong oleh kebutuhan untuk memperkuat musik. Pada masa itu musik selalu ditulis untuk dimainkan di ruang tertentu dengan ansambel yang disesuaikan agar menghasilkan volume dan keseimbangan suara yang tepat.

Kelahiran sistem pengeras suara justru lebih dipicu oleh kebutuhan memperkuat suara manusia agar pesan dapat disampaikan kepada audiens yang lebih luas — sesuai dengan makna namanya sendiri.

Sebelum teknologi ini muncul, pidato publik merupakan bidang yang dipelajari secara serius oleh akademisi dan pemikir. John Quincy Adams bahkan menerbitkan buku berjudul Lectures on Rhetoric and Oratory pada tahun 1810. Pada pertengahan abad ke-19, buku tentang seni berbicara di depan umum menjadi sangat populer hingga banyak keluarga kelas menengah memilikinya.

Buku-buku tersebut tidak hanya membahas moral, pengendalian diri, dan agama, tetapi juga mencakup latihan pernapasan, latihan fisik, serta teknik vokal untuk meningkatkan volume suara. Tidak mengherankan jika perangkat yang diciptakan untuk membuat suara terdengar lebih keras kemudian dikenal sebagai pengeras suara.

Sebagian besar teknologi yang digunakan pada sistem PA awal sebenarnya diciptakan untuk tujuan lain. Mikrofon dikembangkan untuk telepon, tabung vakum yang digunakan pada amplifier awal dibuat untuk memperkuat sinyal radio, dan meskipun berbagai bentuk pengeras suara telah digunakan pada telepon, fonograf, dan gramofon, loudspeaker kumparan bergerak yang sebenarnya justru dikembangkan untuk telegrafi nirkabel atau transmisi kode Morse melalui radio.

Pemahaman kita tentang cara telinga bekerja juga mengalami perkembangan besar dalam satu abad terakhir. Pada tahun 1915 para ilmuwan telah memahami mekanisme telinga berkat penelitian tokoh seperti Alfonso Corti dan Hermann von Helmholtz, namun pemahaman tentang bagaimana manusia benar-benar mendengar masih terbatas.

Seorang ahli biofisika Hungaria, Georg von Békésy, kemudian mengungkap misteri tersebut. Ia mengembangkan metode pembedahan telinga bagian dalam pada jenazah manusia yang memungkinkan koklea tetap utuh, sehingga melalui fotografi stroboskop ia dapat mengamati pergerakan membran basilar seperti gelombang ketika terkena rangsangan suara.

Dari penelitian itu ia menyimpulkan bahwa frekuensi yang berbeda merangsang bagian membran yang berbeda, yang kemudian mengaktifkan serabut saraf tertentu dan dipersepsikan oleh otak sebagai suara. Penemuan ini membuatnya meraih Hadiah Nobel Fisiologi atau Kedokteran pada tahun 1961.

Penelitian awal mengenai bagaimana telinga merespons frekuensi berbeda pada tingkat kenyaringan yang berbeda dilakukan oleh Harvey Fletcher dan Wilden A. Munson dalam makalah mereka tahun 1933 berjudul “Loudness, It’s Definition, Measurement and Calculation.” Pada tahun 1937 mereka menciptakan kurva kesetaraan kenyaringan pertama yang kemudian diperbarui oleh D. W. Robinson dan R. S. Dadson pada tahun 1956 dan menjadi standar ISO 226.

Memperluas Jangkauan Suara

Namun perubahan terbesar dalam dunia tata suara langsung selama 100 tahun terakhir tentu saja terjadi pada sistem PA itu sendiri. Sistem modern jauh lebih maju dibandingkan percobaan awal tersebut.

Sistem Magnavox yang digunakan pada konser Natal tahun 1915 di San Francisco memakai mikrofon karbon sederhana yang terhubung ke amplifier tabung vakum dengan daya sekitar 10 watt. Daya ini sebenarnya tidak cukup untuk menjangkau kerumunan 100.000 orang jika tidak dibantu oleh penguatan akustik dari corong pengeras suara yang besar.

Menarik membayangkan bagaimana pengalaman para penonton saat itu yang dapat mendengar konser dari jarak yang jauh. Sebelumnya seseorang harus berada cukup dekat dengan kelompok musisi untuk dapat menikmati pertunjukan. Surat kabar melaporkan bahwa konser tersebut terdengar “sangat jelas”, sesuatu yang terasa luar biasa pada masa ketika gramofon dan radio masih merupakan teknologi baru.

Tokoh di balik sistem inovatif tersebut adalah Peter Jensen dan Edwin Pridham yang kemudian mendirikan perusahaan Magnavox pada tahun 1917. Perusahaan ini masih ada hingga kini dan dikenal sebagai pencipta konsol video game rumahan pertama, yaitu Magnavox Odyssey yang dirilis pada tahun 1972.

Pada awalnya, Magnavox hanyalah nama sistem PA yang mereka kembangkan melalui berbagai eksperimen di laboratorium mereka di Napa. Nama tersebut berasal dari bahasa Latin yang berarti “suara besar”.

Salah satu percobaan pertama mereka adalah menghubungkan mikrofon karbon dengan baterai 12 volt yang secara tidak sengaja menghasilkan contoh pertama umpan balik akustik, fenomena yang hingga kini masih dihadapi oleh para sound engineer.

Masalah tersebut diatasi dengan menempatkan pengeras suara di atap laboratorium mereka. Mereka bahkan mengklaim bahwa suara manusia yang diperkuat dapat terdengar hingga satu mil jauhnya — sesuatu yang pasti terasa aneh bagi tetangga mereka di masa sebelum teknologi penguat suara.

Sekitar 100.000 orang berkumpul untuk mendengarkan konser lagu Natal tersebut dan tanpa disadari menjadi saksi momen penting dalam sejarah tata suara langsung.

Duo ini juga mendemonstrasikan sistem mereka dengan menghubungkannya ke fonograf dan memutar rekaman musik di laboratorium mereka, di Pan Pacific Exposition, serta di Golden Gate Park sepanjang bulan Desember. Setelah konser bersejarah pada malam Natal itu, inovasi lain segera menyusul.

Pada 30 Desember, mereka melakukan siaran luar ruangan pertama yang diperkuat oleh sistem PA. Gubernur California saat itu, Hiram Johnson, seharusnya memberikan pidato di Civic Auditorium San Francisco tetapi tidak dapat hadir karena sakit. Jensen dan Pridham kemudian menghubungkan mikrofon di rumah Johnson yang berjarak beberapa mil ke sistem di auditorium sehingga ia tetap dapat menyampaikan pidatonya.

Tonggak Penting dalam Proses Pengembangan

Perkembangan ukuran dan desain sistem suara berlangsung bertahap sepanjang paruh pertama abad ke-20. Hambatan utamanya adalah teknologi amplifikasi dan keterbatasan tabung vakum. Jensen dan Pridham berhasil membuat amplifier 25 watt pada tahun 1919, dan amplifier yang lebih besar baru mulai muncul pada pertengahan 1950-an.

Penemuan transistor pada tahun 1947 membuka kemungkinan era baru amplifier yang lebih kecil dan lebih kuat, tetapi membutuhkan waktu lama sebelum menggantikan amplifier tabung vakum. Salah satu penyebabnya adalah harga transistor silikon awal yang sangat mahal, sementara transistor germanium yang lebih murah mudah mengalami kerusakan ketika menghadapi beban yang tidak stabil.

Kemudian pada tahun 1967, sebuah perusahaan pembuat tape deck merilis salah satu amplifier solid state pertama yang benar-benar kuat dan andal: Crown DC300 amplifier. Amplifier ini mampu menghasilkan daya 150 watt per kanal dengan distorsi dan noise rendah berkat desain DC-coupled.

Keberhasilan DC300 juga dipengaruhi oleh ukurannya yang jauh lebih ringkas dibandingkan amplifier tabung dengan daya setara.

Dengan amplifier seperti DC300, berbagai pionir tata suara mulai mengembangkan sistem yang secara perseptual lebih keras dengan menggunakan crossover untuk sistem bi-amp, tri-amp, hingga quad-amp sehingga setiap rentang frekuensi dapat diperkuat secara lebih efisien.

Tampilan belakang Crown DC300, yang menunjukkan beberapa komponen utama

Kemudian muncul Bob Carver dengan amplifier Phase Linear 700 amplifier yang menjanjikan 350 watt per kanal dan benar-benar mampu mencapainya. Amplifier ini cepat menjadi favorit teknisi studio, band rock, dan musisi jazz karena ukurannya relatif kecil, ringan, dan terjangkau.

Dekade 1970-an juga menandai lahirnya mixing console modern. Walaupun sebelumnya sudah ada versi buatan sendiri, konsol produksi mulai digunakan secara luas di studio maupun panggung.

Pada tahun 1974, Midas merilis konsol PRO4 yang digunakan oleh band Supertramp dalam tur mereka. Kemudian Soundcraft memperkenalkan Series 1 dan Yamaha merilis PM1000. Pada tahun 1977, Clair Brothers menghadirkan CBA32, konsol live pertama yang memiliki EQ parametrik.

Era Modern

Kemajuan teknologi penguatan suara pada tahun 1980-an memungkinkan sistem PA mengisi arena dan stadion dengan suara yang dinamis. Hal ini membuka peluang bagi generasi baru band untuk menciptakan pertunjukan yang lebih besar dan spektakuler.

Sebuah mixing console Clair Brothers CBA32 beraksi di akhir tahun 70 an

Pada dekade 1990-an muncul konsol digital pertama yang memicu perdebatan panjang antara teknologi analog dan digital, sekaligus memperkenalkan fitur memori total kepada para engineer.

Pada tahun 1993, Christian Heil bersama timnya di L‑Acoustics memperkenalkan sistem V-DOSC, yang menandai lahirnya era line array modern.

Dua perkembangan ini — konsol digital dan line array — menjadi simbol utama dunia tata suara langsung saat ini. Keduanya memanfaatkan teknologi komputer modern untuk mendorong batas kemampuan sistem suara.

Melihat kembali perjalanan lebih dari satu abad ini, jelas bahwa teknologi tata suara telah berkembang sangat jauh dibandingkan sistem PA sederhana yang digunakan pada konser Natal tahun 1915. 🎚️🔊



Zoom Instamic Pro Plus C

Suara Studio Profesional Rekam Apa Saja, di Mana Saja dengan Zoom H6studio

Leave a comment