Prinsip Desain untuk Sistem Suara Terdistribusi : Pola Tata Letak Pengeras Suara Langit-Langit

Prinsip Desain untuk Sistem Suara Terdistribusi : Pola Tata Letak Pengeras Suara Langit-Langit

0 comments

Dalam perancangan sistem pengeras suara terdistribusi yang efektif untuk ruang bisnis atau yang lainnya, segmen ini membahas isu-isu penting tata letak pengeras suara untuk cakupan dan kinerja maksimal.

 Sejumlah pola berbeda dapat digunakan untuk menata pengeras suara langit-langit, dan setiap pola dapat diimplementasikan dalam berbagai tingkat kepadatan tata letak.

Pola dan kepadatan yang dipilih untuk suatu instalasi akan mempengaruhi :

• Keseragaman cakupan

• Kemampuan tingkat sistem suara

• Kejelasan suara

• Persyaratan penguatan daya pengeras suara

• Biaya sistem

Dua pola dasar pengeras suara yang paling banyak digunakan adalah square/persegi & heksagonal (juga disebut offset atau segitiga).

Pola Persegi

Pola persegi menyelaraskan baris dan kolom dan seringkali membutuhkan lebih sedikit pengeras suara, sehingga menghasilkan biaya sistem yang lebih rendah.

 Pola persegi mudah ditata, terutama pada kisi-kisi ubin langit-langit yang digantung.

Ini juga mungkin lebih mudah untuk pembagian zona ruang terbuka yang besar. Biasanya ini adalah pilihan yang lebih disukai, memberikan cakupan yang lebih merata, dan seringkali dengan lebih sedikit pengeras suara. Biasanya ini adalah titik awal terbaik untuk sebuah desain.

Pola Heksagonal

Dalam pola tata letak heksagonal, baris-barisnya saling bergeser. Meskipun pola heksagonal

biasanya menggunakan lebih banyak pengeras suara, dalam beberapa kasus tertentu mungkin menggunakan lebih sedikit.

Misalnya, di ruangan yang ditata dengan pola persegi, baris pengeras suara di ujung hanya mencakup area kecil. Di ruangan yang lebarnya 1.5 kali jangkauan pengeras suara, sebagian jangkauan pengeras suara yang dapat didengar akan terbuang dalam pola persegi.

Dalam kasus ini, anda mungkin dapat mengurangi jumlah pengeras suara di setiap baris sebanyak satu dan menggeser baris-baris tersebut satu sama lain, dengan pengeras suara yang bergeser dari satu baris sebagian mengisi area yang tidak tercakup dari baris yang berdekatan. Hal ini terkadang dapat mengurangi keseragaman jangkauan … namun, saya merekomendasikan untuk menggunakan pola persegi jika memungkinkan.

Tiga kepadatan paling umum dalam tata letak pengeras suara adalah tepi ke tepi, tumpang tindih minimum, dan tumpang tindih penuh. Kepadatan tepi ke tepi menempatkan pengeras suara sedemikian rupa sehingga tepi luar titik sebesar 6-dB terendah dari satu pengeras suara (seperti yang diproyeksikan ke area pendengaran) hanya bersentuhan satu sama lain.

Tumpang tindih minimum adalah jarak yang lebih rapat di mana semua titik berada dalam pola cakupan 6-dB dari setidaknya satu pengeras suara. Tumpang tindih penuh bahkan lebih rapat lagi : titik 6-dB terendah dari satu pengeras suara meluas ke titik (pada sumbu) dari pengeras suara yang berdekatan, dan semua pendengar berada dalam pola cakupan setidaknya dua pengeras suara.

Lihat Figur 1.

Pertimbangan dalam Menentukan kepadatan tata letak

Secara umum, kepadatan pengeras suara yang lebih tinggi meningkatkan kemampuan SPL, mengatasi kebisingan sekitar dengan lebih baik, dan mengurangi variasi tingkat suara di seluruh ruangan.

Anggaran mungkin mengharuskan penempatan dari tepi ke tepi ketika kepadatan yang lebih tinggi diinginkan. Dalam hal ini, perancang harus memberi tahu klien tentang konsekuensinya sebelum sistem dipasang.

Tingkat suara lebih tinggi (SPL)

Kepadatan pengeras suara yang lebih rapat memungkinkan tingkat SPL menjadi sedikit lebih tinggi karena jumlah pengeras suara yang lebih banyak mencakup setiap area di dalam ruang pendengaran. Meskipun penjumlahan antara pengeras suara yang berdekatan tidak koheren, masih ada peningkatan SPL.

Lihat Tabel 1.

Variasi level suara akibat kepadatan tata letak

Kepadatan letak pengeras suara juga memengaruhi jumlah variasi level suara di dalam ruang pendengaran.

Semakin rapat jaraknya, semakin konsisten suara yang dihasilkan dari satu tempat ke tempat lain. Beberapa lokasi di luar sumbu akan lebih rendah hingga sebesar angka yang tertera pada Tabel 1.

Misalnya, dalam instalasi pola persegi dengan kepadatan tepi ke tepi, jika SPL maksimum pada sumbu untuk musik dan ucapan (dengan mempertimbangkan jarak dari pengeras suara dan SPL tambahan dari kepadatan tata letak) dihitung sebesar 92 dB, akan ada beberapa lokasi di dalam ruang pendengaran yang akan 4.4 dB lebih rendah, yaitu 87.6 dB.

Perhatikan variasi level dalam desain sistem terdistribusi. Jangan berasumsi bahwa setiap lokasi di dalam ruang pendengaran akan berada pada level yang sama atau mencapai SPL yang sama seolah-olah seperti tepat di bawah pengeras suara.

Penataan jarak adalah perhitungan yang rumit, tetapi ada beberapa pedoman. Di ruangan yang cukup kedap suara dengan tingkat kebisingan ambien rendah dan persyaratan SPL yang relatif rendah, pola tepi ke tepi seringkali sudah cukup. Di ruangan dengan banyak permukaan reflektif, kebisingan ambien tinggi, serta persyaratan pengeras suara atau penguatan suara, tumpang tindih minimum atau penuh mungkin dihasilkan. Tumpang tindih penuh harus digunakan ketika sistem penguatan suara yang tinggi sangat penting.

Mobilitas Audiens

Audiens yang duduk, seperti di restoran, dapat terganggu oleh variasi tingkat suara yang berlebihan di seluruh ruangan. Satu meja mungkin terganggu oleh tingkat suara yang tinggi sementara meja lain tidak dapat mendengar musik atau pengumuman.

Dalam aplikasi di mana pendengar bergerak, mungkin ada toleransi yang lebih besar terhadap variasi cakupan suara.

Langit-langit Tinggi

Untuk aplikasi dengan langit-langit tinggi, seringkali lebih baik memilih pengeras suara yang memiliki jangkauan yang agak sempit. Pengeras suara seperti ini cenderung memiliki sensitivitas yang lebih tinggi, memungkinkan suara menjadi lebih terfokus saat menempuh jarak dari langit-langit tinggi ke area pendengar.

Dalam implementasi dengan langit-langit tinggi, anda tidak ingin mendengar suara mid atau high dari pengeras suara di sisi lain ruangan. Hal itu menambah medan kebisingan yang bergema, menurunkan kejelasan ucapan, dan mengganggu koherensi musik.

Jika langit-langit tinggi dan ruangan besar, masalah kejelasan suara yang parah dapat terjadi. Anda seharusnya tidak mendengar banyak suara dari pengeras suara mana pun dengan panjang jalur ke telinga anda lebih dari 90-cm atau lebih panjang daripada pengeras suara terdekat.

Sistem pendengaran manusia cenderung mengintegrasikan suara yang terdengar dalam rentang waktu 30-ms satu sama lain, tetapi suara yang berjarak lebih dari 30-ms akan saling mengganggu.

Untuk menghindari hal ini, dalam implementasi dengan langit-langit tinggi, sebaiknya gunakan pengeras suara dengan jangkauan sempit.

 

 *****


Cara Merekam Musik di Luar Ruangan/Outdoor

Leave a comment