Rahasia Sound Solois yang Jernih & Powerful

Rahasia Sound Solois yang Jernih & Powerful

0 comments

Apa Itu Pemain Solo?

Sound reinforcement adalah merupakan istilah & memiliki aspek terpenting untuk pertunjukan grup musik jazz. Para siswa dan guru melakukan aktivitas berjam-jam untuk mengasah keterampilan improvisasi dan belajar bermain solo.

Jika tiba saatnya bagi pemain saksofon untuk membuktikan kepada penonton bahwa mereka telah berlatih memainkan lick ii-V-I, kamu pasti ingin memastikan bahwa suara instrumen mereka dapat didengar dengan jelas bersamaan dengan iringan musik!

Untuk jenis mikrofon hingga penempatannya, berikut adalah beberapa kiat utama untuk memastikan bahwa siswa trompet andal kamu akan memukau penonton.

Memilih Mikrofon

Tidak semua mikrofon diciptakan sama. Saat memilih mikrofon, kamu harus memilih mikrofon yang sesuai dengan tujuan penggunaannya.

Meskipun kamu mungkin memiliki mikrofon kondensor (condenser mic) untuk penggunaan langsung, kemungkinan besar kamu juga ingin menggunakan mikrofon dinamis (dynamic mic) dengan polar pattern pengambilan yang sempit.

Sebuah mikrofon kondensor bisa sangat menantang untuk digunakan karena waktu yang terbatas untuk pengaturannya serta staf ahli audio profesional yang juga terbatas.

Maka dari itu, mikrofon dinamis dengan pola kutub super-cardioid akan menjadi pilihan terbaik. Sensitivitas mikrofon dinamis yang lebih rendah akan memungkinkan kamu untuk mengantisipasi pemain dengan permainan yang paling keras volumenya, tanpa mendistorsi mikrofon.

Pola pengambilan suara super-cardioid akan menolak suara dari samping & menjaga suara kamu hanya terfokus pada apa yang ada di depannya. Ini akan membantu pemain yang lebih muda yang belum memiliki banyak pengalaman bermain di depan mikrofon.


Ringankan Beban Kamu dari Persiapan Teknis

Jika hanya menangani satu solois di setiap pertunjukan musik, kamu dapat mempertimbangkan untuk memanfaatkan mikrofon nirkabel khusus untuk alat musik tiup, yang dapat dijepit langsung ke bel alat musik tiup atau brass.

Hal ini memberikan lebih banyak kebebasan untuk bergerak di panggung. Mikrofon ini juga sangat dekat dengan pemain, jadi kemungkinan untuk menangkap bocoran suara dari pemain lain akan berkurang.

Jika kamu memilih cara ini, pastikan mikrofon nirkabel tersebut dirancang khusus untuk brass karena dibutuhkan fitur khusus seperti pemasangan shock dan kompatibilitas SPL (tingkat tekanan suara) yang tinggi.

Tujuannya untuk memastikan bahwa bahkan pemain yang paling keras pun dapat didengar dengan jelas dan tanpa gangguan.


Keyboard, Gitar, dan Bass

Kamu dapat menggunakan mikrofon dan meletakkannya di depan amplifier untuk menangkap suara keyboard, gitar, atau solois bass.

Kamu mungkin ingin mempertimbangkan direct box jika ingin meminimalkan feedback. Direct box memungkinkan untuk menangkap output instrumen dan menyalurkannya ke amplifier instrumen serta PA/sistem suara yang digunakan untuk konser.


Jangan Lupakan Aksesorisnya!

Mikrofon memerlukan akesoris agar dapat diposisikan & ditempatkan, maka dari itu diperlukan stand mikrofon untuk tujuan tersebut.

Untuk solois pada grup musik jazz, tipe aksesorisnya yang ideal adalah boom-stand karena dudukan ini harus ditempatkan pada posisi dari solois band jazz secara ideal.

Rentang “lengan boom” dari stand tersebut akan memungkinkan untuk mendapatkan sudut yang optimal bagi instrumen spesifik yang dimainkan.

Untuk seruling, misalnya, kamu akan ingin berada sekitar 18 inci jauhnya dan terpusat di sekitar bagian tengah instrumen.

Untuk terompet dan trombon, bel adalah sarana utama untuk keluaran suara, dan semakin dekat pemain dengan bel, semakin kamu dapat menurunkan “gain” pada mixer dan menjaga efek feedback di panggung seminimal mungkin.

Terakhir, untuk pemain saksofon, perlu memanfaatkan bel dan sesuaikan jaraknya sesuai jenis saksofon. Menempatkan mikrofon terlalu dekat dengan, misalnya, saksofon alto, akan menghasilkan suara yang mungkin lebih terang dari instrumen tersebut.

Sebagian besar fleksibilitas penempatan seperti ini tidak mungkin dilakukan dengan dudukan yang “lurus”, itulah sebabnya selalu direkomendasikan penggunaan boom-stand untuk solois.


🎙️ Hal-Hal Sensitif Tentang Mikrofon

Hack Studio : Cara Bikin Sound Musik Kamu Makin 'Glow Up' Pake Re-amplifikasi

Leave a comment